Berikut hal-hal yg perlu diperhatikan untuk menjadi seorang dirigen handal :

Hal pertama yang diperlukan ialah fisik yang memadai. Karena lazimnya dirigen menggunakan tangan untuk memberi aba-aba, maka ia perlu punya tangan. Ia juga harus dapat berbicara dengan jelas untuk menjelaskan interpretasinya terhadap lagu yang akan dinyanyikan. Lebih penting lagi, dirigen harus memiliki telinga yang peka terhadap nada (tidak tone deaf/buta nada). Dirigen harus cukup sehat, karena choirnya tidak akan berkembang dengan baik bila dirigennya sering absen karena masalah kesehatan.

Hal kedua ialah latar belakang pengalaman bernyanyi dalam choir. Sebenarnya ini tidak mutlak, tetapi biasanya seorang pemimpin akan lebih berhasil bila ia sendiri memiliki pengalaman menjadi orang yang dipimpin. Selama menjadi anggota choir ia telah belajar banyak aspek musikal maupun manajemen yang diperlukan untuk bekal menjadi dirigen.

Hal ketiga ialah kemampuan memimpin. Dengan wibawa yang dimiliki dan kemampuannya mensugesti anggotanya, seorang dirigen akan mampu membawa choirnya bernyanyi sesuai interpretasi yang ia inginkan. Ia harus cukup sabar karena seringkali ada anggota choir (terutama choir wilayah atau lingkungan) yang aktif dan bersemangat tetapi tidak terampil dalam bernyanyi sehingga memerlukan perhatian khusus. Meskipun secara organisasi biasanya choir memiliki pengurus dan dipimpin oleh seorang ketua, akan sangat bermanfaat bila dirigen juga memiliki kemampuan berorganisasi.

Hal keempat ialah ketrampilan musikal yang meliputi teknik memberi aba-aba, teknik vokal, teori musik, ilmu harmoni, ilmu bentuk musik, serta sejarah musik. Dalam memimpin kor, diperlukan aba-aba yang efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa setiap gerakan dirigen menimbulkan respon yang baik dari penyanyi, efisien berarti bahwa dirigen membuat gerakan aba-aba hanya sejauh diperlukan. Dirigen juga dituntut untuk mengetahui teknik vokal, karena dengan bekal teknik vokal ia akan dapat membuat kornya bernyanyi dengan lebih baik. Teori musik, ilmu harmoni, ilmu bentuk musik, serta sejarah musik memberi bekal bagi dirigen untuk memilih karya yang baik (sesuai kemampuan anggotanya) dan melakukan interpretasi yang tepat terhadap karya itu. Agar dirigen dapat melatihkan sebuah komposisi dengan baik, terlebih dahulu komposisi itu sudah harus ‘berbunyi’ di pikiran dirigen.

Kalau kita perhatikan, dari keempat hal di atas hanya hal pertama yang bersifat tidak dapat dipelajari. Ketiga hal lainnya dapat dipelajari. Yang diperlukan adalah semangat dan ketekunan. Karena itu hendaknya choir’s tidak hanya ‘mempekerjakan’ dirigen-dirigen yang sudah jadi, tetapi juga mendorong munculnya calon-salon dirigen dari kalangan sendiri.

About PS Angels Voice

Kami datang untuk melayani TUHAN dalam pujian, yang berada dalam naungan kategorial SEKSI PELAYANAN REMAJA GKE EPPATA BANJARMASIN. dari sini kami generasi muda membangun gereja kami dan membuktikan bahwa GEREJA KAMI BUKAN DIKENAL KARENA BESARNYA GEDUNG IBADAH... tapi karena kualitas hamba TUHAN yang selalu setia mengumandangkan nama YESUS dalam pujian dengan talenta yang kami punya, dan selalu menjadi LASKAR SALIB yang teguh dan bersaudara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s