FOTO SAAT NATAL COTE 2011

Inilah perform dari Angel’s Voice Choir saat natal COTE 2011 tanggal 19 Desember 2011 di GKE EPPATA. Glory to Lord

 

Foto Saat Latihan

biarpun latihan, masih bisa menyempatkan waktu buat hunting :p

 

DIRIGEN YANG BAIK

Berikut hal-hal yg perlu diperhatikan untuk menjadi seorang dirigen handal :

Hal pertama yang diperlukan ialah fisik yang memadai. Karena lazimnya dirigen menggunakan tangan untuk memberi aba-aba, maka ia perlu punya tangan. Ia juga harus dapat berbicara dengan jelas untuk menjelaskan interpretasinya terhadap lagu yang akan dinyanyikan. Lebih penting lagi, dirigen harus memiliki telinga yang peka terhadap nada (tidak tone deaf/buta nada). Dirigen harus cukup sehat, karena choirnya tidak akan berkembang dengan baik bila dirigennya sering absen karena masalah kesehatan.

Hal kedua ialah latar belakang pengalaman bernyanyi dalam choir. Sebenarnya ini tidak mutlak, tetapi biasanya seorang pemimpin akan lebih berhasil bila ia sendiri memiliki pengalaman menjadi orang yang dipimpin. Selama menjadi anggota choir ia telah belajar banyak aspek musikal maupun manajemen yang diperlukan untuk bekal menjadi dirigen. Baca lebih lanjut

DEMO MASAK

suasana waktu masak dan makan bersama di rumah Yulisa dalam rangka pembubaran panitia kunjungan paskah ke Pleihari… (banyak yang gosong ikannya)

KUNJUNGAN KE GKE MARANATHA PLEIHARI

Foto bersama saat kunjungan di GKE MARANATHA PLEIHARI. sambil kunjungan sambil bernyanyi (kereeennnnn)

@PERAYAAN HARI PEMUDA GKE 07-08-2011

Foto bersama setelah selesai ibadah perayaan Hari Pemuda GKE 07-08-2011

@GKE Eppata Bjm 16-10-2011

Penampilan Angel’s Voice di GKE EPPATA saat minggu puji-pujian tgl 16 Oktober 2011

 

Cara Sederhana Redakan Batuk

Kondisi cuaca yang sedang tidak menentu akhir-akhir ini, kadang panas kadang hujan, tak jarang membuat sistem kekebalan tubuh kita menurun. Dan penyakit flu dan batuk adalah ‘tamu’ yang  paling rutin mampir. Memang ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk menyembuhkan batuk, dan salah satunya berasal dari dapur kita sendiri. Jahe.

Ketika gejala batuk datang, Joe Greadon, Ph.D., ahli pengobatan alami menganjurkan kita untuk meminuman wedang jahe. Kandungan shogaols dalam jahe tergolongan ampuh dalam meringankan gejala batuk.

Resepnya :  Ambil jahe sebesar ibu jari, lalu parut. Masukkan ke dalam cangkir, lalu tuang dengan air mendidih. Diamkan selama 5 menit dan saring. Tambahkan sedikit madu bila suka.

Nb : kalo malas buat nya, beli aja di tukang ronde🙂

ACAPELLA

Acapella adalah suatu teknik bernyanyi yang biasanya dilakukan secara berkelompok tanpa diiringi oleh alat musik.

Perkembangan acapella dimulai dari para imigran afrika yang sudah terbiasa bernyanyi dalam perayaan pesta-pesta di suku-suku pedalaman. Kemudian pada jaman perbudakan mereka mulai menirukan orang-orang kaukasia (bule) yang bernyanyi di gereja2 yang diiringi alat musik. Oleh karena mereka tidak mampu membeli atau bahkan tidak diberi kesempatan untuk memainkan alat musik itu, mereka menirukan suara berbagai alat musik untuk mengiringi nyanyian-nyanyian di tenda-tenda tempat mereka berkumpul. Acapella bagi orang kaukasia tadinya hanya dianggap bernyanyi dengan pembagian suara tanpa alat musik dan tanpa menirukan suara alat musik. Tetapi bagi orang Afrika lain, mereka menyanyi sekaligus menirukan suara alat musik, jadi lebih lengkap. Hal ini akhirnya ditiru oleh bangsa-bangsa lain terutama Spanyol yang akhirnya meninggalkan warisan teknik bernyanyi ini sampai di Filipina.

Teknik bernyanyi acapella seperti ini sekarang banyak dianut oleh beberapa group musik acapella yang biasanya beraliran gospel ( rohani nasrani ). Seperti kalo di tahun 60 tekenal group negro bernama Black Satin, kemudian di tahun 80an muncul Take 6, kemudian Boyz 2 Men, All 4 One, hingga Neri Per Caso (arti : “menjadi negro”). Baca lebih lanjut

MUSIK GOSPEL

Musik gospel adalah sebuah genre musik yang dicirikan oleh vokal yang dominan (seringkali dengan menggunakan harmoni yang kuat), liriknya yang bersifat religius, khususnya Kristen. Subgenrenya mencakup gospel kontemporer, gospel kontemporer urban (kadang-kadang juga disebut sebagai “gospel hitam”), dan Musik gospel modern (kini lebih lazim disebut pujian dan penyembahan, atau musik Kristen kontemporer). Kebanyakan bentuk musik gospel menggunakan piano dan/atau organ Hammond, drum, gitar bas dan, kini semakin banyak pula, gitar listrik.

Sejarah

Musik gospel diduga pertama kali muncul dari gereja-gereja Afrika-Amerika dalam kuartal pertama dari abad ke-20, atau dalam pengertian yang lebih luas, merujuk kepada musik gospel kulit hitam maupun musik religius yang diciptakan dan dinyanyikan oleh para artis Gospel Selatan kulit putih pada umumnya. Perbedaan yang tajam antara Amerika yang berkulit hitam dan putih, khususnya antara gereja-gereja warga kulit hitam dan putih, menyebabkan kedua golongan ini terpisah. Meskipun perbedaannya telah berkurang sedikit selama lima puluh tahun terakhir, kedua tradisi ini masih berbeda. Dalam kedua tradisi ini, sejumlah penyanyi, seperti misalnya Mahalia Jackson membatasi dirinya untuk tampil hanya dalam konteks-konteks keagamaan saja, sementar ayang lainnya seperti Sister Rosetta Tharpe, Golden Gate Quartet dan Clara Ward, juga membawakan musik gospel dalam lingkup sekular., bahkan juga di klab-klab malam. Banyak penyanyi, seperti misalnya The Jordanaires, The Blackwood Brothers, Al Green, dan Solomon Burke pernah tampil membawakan musik sekular dan maupun keagamaan. Penyanyi-penyanyi seperti ini biasa menyisipkan lagu-lagu gospel dalam pertunjukan-pertunjukan sekular mereka, meskipun yang kebalikannya hampir tak pernah terjadi.

Penyanyi, pengarang lagu dan gitaris gospel, Sister Rosetta Tharpe adalah bintang musik gospel besar pertama. Ia muncul dalam tangga lagu musik pop musik pada 1938. Ia tetap popular sepanjang 1940-an, mencetak lagu-lagu top; pertunjukannya dihadiri puluhan ribu penggemarnya di seluruh AS. Sesekali ia kehilangan dukungan dari beberapa penggemarnya di gereja ketika ia tampil di lingkup sekular dan ketika ia membuat rekaman lagu-lagu yang tidak diakui sebagai lagu-lagu “Kristen”. Namun para penggemar yang meninggalkannya memaafkannya, karena Tharpe tetap setia pada imannya sepanjang karier rekamannya hingga akhir hayatnya. Baca lebih lanjut