Pertama, tidak semua orang Kristen menyanyi, bahkan ada aliran gereja yang
tidak menyanyi sama sekali, jadi benar-benar tenang dan hikmat sekali.
Mereka adalah orang kristen aliran Quacker, karena menurut penilaian mereka,
kita akan bisa lebih dekat dengan Sang Pencipta dalam keadaan tenang.

Musik dan menyanyi memegang peranan penting dalam hidup sosial orang Yahudi.
Musik, menyanyi dan menari adalah biasa dalam pesta mereka. Raja-raja
mempunyai para penyanyi dan para pemusik di istananya. Gembala juga
mempunyai kecapi. Para teruna bermain musik di pintu gerbang. Bahkan
perempuan sundal pun meningkatkan daya godaannya dengan nyanyian (Yesaya
23:16).

Musik dan nyanyian bukan hanya digunakan pada saat bergembira saja, tetapi
juga pada saat mereka berkabung. Nyanyian ratapan dinyanyikan oleh Daud pada
saat Saul dan Yonatan meninggal (2 Samuel 1:17-27). Bahkan sudah menjadi
kebiasaan mereka menggaji para ahli peratap, termasuk para peniup seruling
untuk meratap pada saat-saat berkabung (Matius 9:23).

Nyanyian dalam bahasa Yunani = humnos, dipakai oleh para penulis klasik
untuk memuji para dewa atau para pahlawan mereka. Rasul Paulus dan Silas
bernyanyi di dalam pernjara (Kisah Para Rasul 16:25), jadi jelas menyanyikan
lagu- lagu pujian adalah gejala kehidupan gereja rasuli. Semua itu dipakai
sebagai pengungkapan spontan dari kesukaan kristen, sebagai cara mengajar
iman (Kolose 3:16), dan sama seperti kebiasaan orang Yahudi di sinagoge. Ini
adalah bagian intergal dari kebaktian gereja.

Apakah ada aturan dan kewajiban bagi orang kristen untuk menyanyi? Kebaktian
formal dan pujian tidak diatur dan diuraikan secara khusus, sebab hal ini
dianggap berjalan dengan sendirinya. Dapat dipastikan bahwa Mazmur dipakai
dalam pujian gereja kuno, bahkan Tuhan Yesus sendiri bersama-sama dengan
murid-Nya sering bernyanyi. Matius 26:30 Sesudah menyanyikan nyanyian
pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

Pada awal mulanya kebanyakan gereja hanya menyanyi dalam bahasa Latin
ataupun bahasa Yunani, bahkan teks yang digunakan pun harus ayat- ayat dari
Alkitab, karena itu adalah keputusan konsil dari Laodikia. Baru pada abad
ke-18 mereka mulai menyanyikan lagu-lagu seperti yang kita nyanyikan di
gereja pada saat sekarang ini.

Buku nyanyian gereja tertua yang kita ketahui adalah satu buku nyanyian dari
tahun 650, tetapi tanpa notasi, jadi hanya teksnya saja.

Lagu pujian yg paling beken dan paling banyak dimainkan di dunia ini adalah
lagu Amazing Grace setelah itu disusul oleh Blessed Assurance sebagai urutan
kedua.

Sedangkan lagu pujian yg tidak pernah di dengar sendiri oleh pengarannya,
adalah lagu “Abide with me” dan “This is My Father’s World” sebab ini lagu2
tsb ditulis pada saat menjelang wafatnya si penulis lagu.

Lagu pujian umat Kristen itu tidak selalu merupakan hasil karya dari orang
Kristen, sebagai contoh lagu “All Hail to Thee, Immanuel” dan “Hail the
Glorious Golden City”, adalah buah ciptaan dari pengarang lagu non Kristen,
bahkan lagu “Day of Wrath, O Day of Mouring” adalah lagu pujian yg
sebenarnya di inspirasikan oleh para pembunuh.

John Sebastian Bach (1685-1750) adalah seorang pemusik Jerman yg saleh,
sehingga di semua berkas hasil karyanya selalu tercantum catatan kecil
tambahan, yg terdiri dari dua s/d tiga abjad saja, seperti “I.N.J” singkatan
dari “In Nomine Jesu” – Dlm nama Yesus, atau “J.J. singkatan dari “Jesu
Juban”- Bantulah aku Yesus, atau “S.D.G.” singkatan dari Soli Deo Gloria -
Bagi Tuhanlah segala kehormatan.

Arti nama Bach bagi musik sama seperti Shakespeare di bidang kesusasteraan
dan Bach juga Bach adalah orang pertama yg memainkan musik keyboard, seperti
piano dan organ dgn menggunakan 5 jari, sebab sebelumnya orang hanya
memainkan musik intrument tsb hanya dgn menggunakan 3 jari saja.

Menyanyi dan memuji mencakup persekutuan umat kristen yang paling erat
dengan Sang Pencipta: “Pujian bukan hanya mengungkapkan, tapi juga
melengkapkan kegirangan. Pujian adalah kesempurnaan kegirangan yang memang
tujuannya. Pada saat Tuhan memerintahkan manusia untuk memuliakan Dia, Allah
mengundang manusia untuk bisa turut menikmati-Nya.”

About these ads

About PS Angels Voice

Kami datang untuk melayani TUHAN dalam pujian, yang berada dalam naungan kategorial SEKSI PELAYANAN REMAJA GKE EPPATA BANJARMASIN. dari sini kami generasi muda membangun gereja kami dan membuktikan bahwa GEREJA KAMI BUKAN DIKENAL KARENA BESARNYA GEDUNG IBADAH... tapi karena kualitas hamba TUHAN yang selalu setia mengumandangkan nama YESUS dalam pujian dengan talenta yang kami punya, dan selalu menjadi LASKAR SALIB yang teguh dan bersaudara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s